BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan pemerintah fokus meningkatkan ekonomi perempuan.
“Kalteng masih menempati nomor dua (kekerasan) di tahun 2019. Kekerasan ini rata-rata disebabkan karena faktor ekonomi,” kata Kepala P3APPKB Kalteng, Rian Tangkudung.
Dia mengatakan memang upaya pencegahan dilakukan oleh pemerintah secara langsung maupun tidak langsung.
Pencegahan secara tidak langsung diakukan dengan upaya peningkatan kesetaraan gender dan peningkatan ekonomi.
Rian menuturkan upaya Kalteng sudah cukup bagus dalam pemberdayaan perempuan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan Kalteng menempati urutan pertama dalam pemberdayaan gender se-Indonesia.
--page
“Salah satu komponennya (pemberdayaan gender) adalah perekonomian perempuan. Jadi, keterlibatan perempuan dalam perekonomian di Kalteng sangat baik,” ungkapnya.
Melalui penguatan perekonomian perempuan tersebut diharapkan dalam dua atau tiga tahun yang akan datang dapat berdampak pada penurunan angka kekerasan. (HERMAWAN DP/B-6)









