BORNEONEWS, Sampit - Kelompok tani (Poktan) Margo Mulyo, mengembangkan demplot cabai di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hasilnya, ada 12 ribu batang pohon cabai yang berhasil tumbuh subur di lahan tersebut. Sehingga, kawasan itu menjadi sebuah percontohan untuk para petani lainnya di Kotim.
"Di lahan ini, 12 ribu batang cabai tumbuh, dan sudah bisa dipanen," ujar pelaksana demplot cabai Pasir Putih Agus Mulyo, Kamis, 18 Maret 2021.
12 ribu batang cabai tersebut ditanam di lahan seluas setengah hektare. Tanaman holtikultura tersebut juga menghasilkan cabai yang banyak.
Bahkan dalam 1 batang pohon saja, cabai yang didapat bisa mencapai 1 kilogram. Dan dapat dilakukan panen dalam kurung waktu 4 hingga 5 hari.
--page
"Dengan upaya maksimal dalam perawatan, cabai tumbuh dengan subur. Dan hasil panennya juga banyak," katanya.
Dalam sekali panen, pihaknya bisa mendapatkan lombok 2 ton. Bahkan bisa lebih. Jumlah besar tersebut bisa didapatkan, karena perawatan yang dilakukan sangat ekstra.
"Perawatan rutin harus dilakukan, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal," katanya. Dia mengaku sudah mengembangkan tanaman cabai tersebut sejak 5 bulan terakhir. Dan hasilnya sudah dapat dirasakan saat ini. Apalagi di pasaran harganya juga masih tinggi.
"Memang ada beberapa kendala, namun kami dapat mengatasinya," terang Agus. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









