BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kotawaringin Barat Kobar terus berupaya meningkatkan infrastruktur di kawasan pasar, salah satunya Pasar Indra Sari.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kobar Muhammad Yadi mengatakan, banyak kegiatan peningkatan infrastruktur di kawasan pasar. Namun, karena keterbatasan anggaran, area dalam parkir pasar Indra Sari belum tersentuh.
"Skala prioritas yang dikerjakan baru sebatas peningkatan infrastruktur jalan di beberapa titik dalam kawasan pasar. Namun tidak menyentuh area parkir di pasar tersebut karena anggaran yang tidak mencukupi," ujarnya, saat dikonfirmasi Borneonews, Kamis, 18 Maret 2021.
Disebutkan untuk kewenangan pengelolaan parkir di dalam kawasan Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, merupakan kewenangan dari dinas perhubungan.
Tapi untuk infrastruktur, termasuk peningkatan infrastruktur lokasi parkir menjadi kewenangan dari Disperindagkop.
--page
Namun pihaknya hanya sebatas mengusulkan anggaran, kepada pemerintah daerah untuk kegiatan Infrastruktur tersebut.
"Pastinya untuk tahun anggaran berikutnya semoga kita dapat dimasukkan anggaran 2022, atau di perubahan anggaran. Semoga ini disetujui untuk kenyamanan bersama," ungkapnya.
Seperti diketahui bersama bahwa pengunjung pasar Indra Sari Pangkalan Bun mengeluhkan bagian dam area parkir yang kondisinya becek, tergenang air dan terkesan kumuh, padahal pendapatan dari hasil retribusi parkir yang diperoleh dinilai besar.
Pengunjung berharap uang retribusi parkir yang dibayarkan kepada masyarakat harus dikembalikan untuk peningkatan infrastruktur di dalam area parkir, sehingga pengunjung pasar menjadi nyaman saat ke pasar. (DANANG/B-6)









