BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berkonsentrasi dalam membangun jaringan telekomunikasi di daerah 3T, salah satunya adalah di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Plt Kepala Diskominfo Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Agus Siswadi mengatakan, terkait mewujudkan daerah merdeka sinyal, pemerintah daerah hanya bersifat membantu, karena tanggungjawab penuh ada pada pemerintah pusat.
Selain itu, upaya mewujudkan daerah merdeka sinyal di Kalteng sudah membuahkan hasil, salah satunya adalah Kabupaten Seruyan yang dinyatakan merdeka sinyal di tahun 2021.
“Seruyan sudah merdeka sinyal di tahun 2021. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan 28 tower Base Transceiver Station (BTS) disana,” kata Agus Siswadi.
“Kami terus berjuang mendorong terwujudnya daerah merdeka sinyal di Kalteng, karena tanpa sinyal tentu akan menyulitkan proses pembelajaran daring yang dilakukan saat pandemi Covid-19 saat ini,” tambahnya.
--page
Agus menyebutkan, dari ribuan desa yang ada, Kalteng memiliki sekitar 460 daerah blank spot atau daerah yang tidak terjangkau sinyal. Hanya 262 desa yang sudah dinyatakan terjangkau sinyal.
“Daerah blank spot di Kalteng cukup banyak, jadi akan ditangani bertahap. Setelah seruyan daerah lain juga akan dipenuhi kebutuhan sinyalnya,” jelasnya. (HERMAWAN DP/B-5)









