BORNEONEWS, Palangka Raya - Dirgen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Slamet Soebjakto meninjau dan melakukan penen simbolis lele di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Katoni Lestari Jaya Raya.
"Mudah mudahan pandemi segera berlalu. Dikala Covid-19 ini kita harapkan sektor kelautan perikanan khususnya perikanan budidaya bisa membantu memberi dampak positif ke ekonomi masyarakat," kata Direktur Jendral (Dirjen) Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di Kelurahan Banturung, Palangka Raya, Jumat 19 Maret 2021.
Sambil berdiskusi dengan ketua dan anggota kelompok tani, Slamet menilai wilayah tersebut cukup baik untuk dikembnagkan budidaya lele.
Ia melihat dengan kondisi suplai air yang cukup bagus, lahan yang masih cukup luas. Usaha tersebut dinilai masih bisa dikembangkan lebih jauh.
"Ini airnya bagus. Apalagi disampaikan ini lele bagus harganya (Rp18-20 ribu). Jika di Jawa Paling mahal harga Rp16 ribu," sebutnya.
--page
Slamet melakukan peninjauan proses budidaya bioflok didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah (Kalteng), Darliansjah dan Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi. (HERMAWAN DP/B-6)









