SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tumpukan sampah di sejumlah depo sampah du Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meluber hingga luar gedung. Hal itu terjadi, karena dalam beberapa hari terakhir, petugas mogok kerja. 

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes dari para petugas, karena dana kesejahteraan atau dana tunjangan mereka sejak 2020 belum dibayar, sehingga mereka mogok kerja. 

"Kami menuntut tunjangan kesejahteraan yang belum dibayar dari 2020, sehingga kami protes," ujar petugas pengangkutan sampah Abimayu, Jumat, 19  Maret 2021. 

Dari informasi yang dihimpun Borneonews.co.id, besaran tunjangan untuk petugas tersebut yakni Rp 500 ribu dan mereka berharap agar bisa segera dibayar. 

"Kami sangat membutuhkan tunjangan tersebut dan berharap bisa segera dibayarkan," harap Abimayu. 

--page

Sudah sekitar 4 hari terakhir mereka mogok kerja, sehingga disejumlah depo, sampah tidak terurus, dan menumpuk hingga ke luar depo. 

Hal itupun sangat dikeluhkan warga sekitar, karena dampaknya membuat bau busuk tercium ke sekitar lingkungan tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)