BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), langsung merespon keluhan masyarakat terkait banyaknya tumpukan sampah hingga ke luar disejumlah depo.
Ternyata hal itu terjadi karena bentuk protes petugas pengangkut sampah, akibat belum dibayarnya hak mereka berupa tunjangan kesejahteraan.
"Ada jasa petugas yang terlambat pembayaran, sehingga mereka mogok kerja sebagai bentuk protes," ujar Bupati Kotim, Halikinnor, Jumat, 19 Maret 2021.
Meski begitu masalah ini sudah diselesaikan Pemkab Kotim dan itu terjadi hanya karena miskomunikasi saja, namun mulai hari ini mereka para petugas akan kembali bekerja seperti biasa.
"Alhamdulilah hal tersebut sudah diselesaikan, dan petugas kembali bekerja untuk mengangkut sampah tersebut," katanya.
Hal ini juga menjadi evaluasi dirinya selaku Bupati Kotim dan menekankan kepada pihak yang menangani yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang agar menjadi bahan evaluasi, sehingga tidak terjadi lagi dikemudian hari. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









