PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Slamet Soebjakto menilai sistem budidaya bioflik memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Budidaya ikan dengan sistem bioflok ini sangat potensial untuk dikembangkan," ungkap Slamet saat menghadiri panen ikan lele sistem bioflok KUB Katoni Lestari Jaya Raya di Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Jumat, 19 Maret 2021. 

Slamet menilai berdasarkan hasil kunjungannya dan melihat kondisi kolam sistem bioflok yang dikembang KUB Katoni sudah sesuai dengan harapkannya. 

"Inikan per kolam sekitar 300 kilogram, ini rata-rata sasarannya tercapai," tambahnya. Slamet Soebjakto melihat KUB Katoni Lestari Jaya Raya juga cermat dalam pengembangan budidaya di lapangan. Terlihat dari pemilihan ukuran ikan yang dibudidayakan menyesuaikan selera pasar atau konsumen.

Dia berharap kelompok usaha bersama bisa terus mengembangkan dan meningkatkan budidayanya untuk memacu tingkat kesejahteraan para anggota kelompok. 

--page

“Melalui teknologi bioflok bisa menjadi teknolgi inovasi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan masyarakat. Tetap kita pelihara dan ini bisa kita tingkatkan, lahan masih luas,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)