BORNEONEWS, Palangka Raya - Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Slamet Soebjakto menargetkan peningkatan pendapatan masyarakat melalui penerapan sistem budidaya bioflok.
Slamet menjelaskan jika dioptimalkan pengelolaan budidaya bioflok seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB) Katoni Lestari Jaya Raya akan memberikan keuntungan ekonomi yang tinggi.
Melalui pengelolaan delapan lubang kolam sudah dapat menghasilkan sekitar Rp2 juta setiap bulan untuk 10 anggota kelompok. Hasil ini akan meningkat jika jumlah lubang budidaya diperbanyak.
"Kami ingin mengejar perorang perbulan Rp5 juta, yang apakah nantinya memiliki enam hingga delapan kolam bioflok persatu keluarganya, apalagi lahannya masih memadai untuk dikembangkan," tuturnya di Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Jumat, 19 Maret 2021.
Slamet menjelaskan bioflok merupakan sistem budidaya ikan yang memanfaatkan bantuan dari bakteri baik, sehingga dalam penerapannya juga membantu pembudidaya menekan jumlah pakan yang digunakan.
--page
Terlebih pengembangan budidaya ikan sistem bioflok juga memberikan dampak ekonomi ganda, karena seperti yang dilakukan oleh KUB Katoni, tampak ragam tanaman sayur-sayuran juga dikembangkan disekitar budidaya bioflok.
"Di sini penggunaan air efektif dan efisien, airnya karena ada probiotik juga menyuburkan pertanian atau tanaman, serta juga mudah untuk dikelola," jelasnya. (HERMAWAN DP/B-6)









