PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai kawasan Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) dan Kota Palangka Raya memiliki potensi rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Histori sebelumnya masih Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya,” kata Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri saat ditanya kawasan rawan Karhutla, Jumat, 19 Maret 2021. 

Fahrizal mengatakan pada 2020 angka kebakaran di Kota Palangka Raya cukup tinggi walaupun tidak sampai membuat lumpuh transportasi, khususnya untuk udara.

“Alhamdulillah salah satu parameternya bandara tidak sampai ditutup. Kita tahun ini dalam waktu dekat sudah ada status (penetapan),” ungkapnya.

Fahrizal mengatakan Pemprov Kalteng sudah bermohon ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penyediaan helikopter waterbombing sebagai langkah pengoptimalan pemadaman melalui udara.

--page

“Kami bermohon waterbombing dalam rangka mempercepat pemadaman udara. Walau nanti (pemadaman) darat juga ada,” tambahnya.

Fahrizal menegaskan penggunaan helokopter waterbombing akan difokuskan untuk melakukan pemadaman di daerah yang butuh pemadaman cepat dan sulit terjangkau oleh pemadam dari darat. (HERMAWAN DP/B-6)