BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara mengajak petani untuk berinovasi dalam mengoptimalkan lahan.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Syahmiludin A Surapati mengatakan petani diharapkan dapat melakukan inovasi untuk intensifikasi pertanian dengan melakukan pola penanaman setelah panen.
Seperti usai panen jagung hibrida langsung dilakukan dengan menanam jenis tanaman seperti timun, kacang tanah, kacang panjang, semangka dan melon di sepanjang jalur antara barisan batang-batang jagung yang sengaja dikupas kulit klobotnya untuk mengeringkan tongkol tongkol jagung sebelum dipetik dan dipipil.
“Pola tanam ini akan sangat membantu petani di dalam mengoptimalkan hasil dari lahan Pertaniannya karena mampu meminimalkan biaya pengolahan tanah, pemupukan, penyiangan, penyiapan air dan pemeliharaan tanaman,” jelasnya.
Menurutnya, inovasi sederhana ini sangat layak untuk dikembangkan agar bisa mengoptimalkan hasil dan membiasakan petani/poktan melakukan usahatani menetap di lahan yang sama tanpa harus melakukan usahatani berpindah-pindah.
--page
“Apalagi harus membuka lahan belukar baru yang tentunya sangat memberatkan dari segi biaya, tenaga, waktu hingga dampak lingkungan yang ditimbulkannya maupun benturan terhadap regulasi peraturan pembukaan lahan tanpa bakar yang ada saat ini,” jelasnya. (RAMADHANI/B-6)









