BORNEONEWS, Pulang Pisau – Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pulang Pisau akan kembali melakukan pendahuluan perubahan anggaran, sehingga mau tidak mau akan menghentikan pengoperasian aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA).
Pasalnya, di bulan Maret 2021 ini akan kembali dilaksanakan pemangkasan anggaran sebesar Rp 17 miliar.
”Betul, kita akan melakukan pendahuluan perubahan anggaran, sehingga secara otomatis Simda kita tutup. Kenapa kita tutup, kita menyesuaikan instruksi Pemerintah Pusat, untuk melakukan penyesuaian perubahan Dana Alokasi Umum (DAU), dengan pemotongan 3,2 persen atau sebesar Rp 17 Miliyar,” kata Kepala BPPKAD Kabupaten Pulpks Tony Harisinta, melalui Sekretaris Zulkadri.
Ia mengatakan, pemangkasan sebesar Rp 17 Miliyar ini akan disesuaikan di perubahan anggaran, maka secara otomatis aplikasi Simda di tutup sementara.
“Untuk transaksi terpaksa kita stop dulu, dan pada minggu depan Simda sudah kita tutup,” bebernya.
--page
Untuk berhentinya operasi Simda ini, kata Zulkadri, pada Senin 22 Maret 2021, hingga dua minggu kedepan.
“Untuk Refokusing, akan ada penyesuaian saja dari Dana DAK non fisik terkait penanganan Covid-19, dan ini tinggal merubah data APBDnya, termasuk penyesuaian pemangkasan Rp 17 Miliyar itu,” beber Zulkadri.
Pemangkasan ini, kata Zulkadri, pihaknya hanya mereviw belanja tidak wajib, misalnya dana hibah yang akan di pangkas, dengan total sebesar Rp 17 Miliyar dimaksud.
“Untuk pemangkasan dana hibah ini tidak sepenuhnya terpangkas, sebab kita juga memakai Silva tahun sebelumnya. Dan besar kemungkinan pada tahun 2021 juga tidak dilakukan perubahan anggaran, sebab silva kita sudah terpakai mendahului perubahan anggaran,” tutupnya. (ang)








