SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pandemi covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terjadi. Hal itu disinyalir akan berdampak besar terhadap program prioritas dan sasaran kinerja pemerintah daerah pada 2022.

"Pendapatan daerah dari tahun 2020 hingga 2021 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19 ini. Sehingga, prioritas dan sasaran kinerja yang ingin dicapai tentunya tidaklah mudah," kata Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu, 24 Maret 2021.

Dia menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap pendapatan daerah pada 2020 lalu, terutama yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana transfer pusat, serta dana bagi hasil Provinsi Kalimantan Tengah. Semuanya mengalami penurunan yang signifikan.

"Hal itupun berdampak pada beberapa kegiatan yang harus ditunda pelaksanaannya," kata Halikinnor.

Begitu juga di 2021 yang sedang berjalan saat ini. Pemerintah telah melakukan refocusing anggaran sebesar 8% untuk penanganan covid-19.

Selanjutnya, ada pengurangan belanja sebesar Rp 25 miliar lebih karena adanya pengurangan penerimaan daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), serta kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). 

--page

"Meskipun begitu, kami optimistis target-target tetap bisa tercapai dengan dukungan dari semua pihak," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)