BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tahun 2020, pemerintah telah merealisasikan Rp579,78 triliun atau 83,4 persen dari total pagu anggaran. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando saat membuka acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema 'Strategi Fiskal dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Daerah' yang dilaksanakan secara virtual pada Kamis, 25 Maret 2021.
"Realisasi tersebut meliputi bidang kesehatan, perlindungan sosial, serta sektoral K/L dan Pemda, UMKM, Pembiayaan korporasi, serta insentif usaha," kata Rihando.
Selanjutnya, anggaran PEN tahun 2021 mencapai Rp 699,43 triliun atau meningkat dari alokasi sebelumnya dengan fokus untuk lima bidang yakni kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, insentif usaha, serta dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi.
"Program PEN tersebut merupakan kebijakan extraordinary yang dikeluarkan pemerintah dalam menghadapi kejadian extraordinary akibat pandemi Covid-19," tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menurut Rihando telah menyusun APBD 2021 dengan fokus pada percepatan pemulihan ekonomi, sehingga alokasi anggaran yang memadai untuk penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi, dan percepatan realisasi anggaran daerah perlu menjadi perhatian serius bagi kita semua.
--page
"Sejalan dengan strategi kebijakan nasional, sinergi dan sinkronisasi program pemulihan ekonomi nasional dan daerah diharapkan dapat mempercepat dalam pemulihan ekonomi, sehingga masyarakat dapat kembali meningkat tingkat kesejahteraannya," tegas Rihando. (TESTI PRISCILLA/B-7)









