BORNEONEWS, Palangka Raya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengajak seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi menekan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
“Kalteng masuk di urutan kedua dengan tingkat kekerasan tertinggi setelah Kalimatan Selatan (Kalsel),” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing.
Duwel melihat di Kalteng kekerasan terhadap perempuan dan anak lebih banyak terjadi di wilayah pelosok, karena minimnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan insiden kekerasan yang terjadi.
Hal ini juga didorong oleh minimnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melaporkan tindak kekerasan yang sering dialami perempuan dan anak.
“Dikarenakan minimnya partisipasi masyarakat untuk melaporkan kepada Unit Pelayanan Teknis (UPT) apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga,” ucapnya.
--page
Ia mengakui masalah yang sama juga di hadapi oleh Kota Banjar Baru. Pemerintah setempat mengalami kesulitan dalam menghadapi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Ada 2 dinas yang Komisi III kunjungi saat kunker ke Banjarbaru, yaitu dinas Pariwisata dan dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA),” ungkapnya.
“Dari kunjungan tersebut, kita mendapat informasi bahwa pemerintah setempat juga kewalahan dalam menghadapi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bahkan sama seperti kita, insiden kekerasan tersebut lebih banyak terjadi di wilayah pelosok,” tambahnya. (HERMAWAN DP/B-7)









