BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Dudie B Sidau meminta pemerintah daerah melalui dinas terkaitnya untuk lebih gencar mensosialisasikan pencegahan bencana karhutla.
"Salah satu upaya antisipatif karhutla dan kabut asap terletak pada sosialisasi yang maksimal, baik kepada masyarakat maupun pihak korporasi yang memiliki lahan," katanya, Jumat 26 Maret 2021.
Mengacu pada data, ditemukan kejadian karhutla dan satu hotspot di wilayah Kota Palangka Raya sejak awal tahun 2021 ini.
"Maka yang diperlukan adalah memperkuat sosialisasi secara masif tentang bahaya karhutla dan dampak kabut asap yang ditimbulkan," ujarnya.
Legislator Partai Hanura itu menambahkan kejadian karhutla 2015 bukan hanya lahan warga yang terbakar namun ada juga lahan korporasi. Sehingga diperlukan langkah preventif yang maksimal mencegah kerugian itu terulang kembali.
--page
Semenrara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, sejak awal 2021 ini telah ditemukan lima Karhutla dan satu hotspot. (HENDR/B-6)









