BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat menggelar aksi rembuk stunting untuk menyusun rencana penanganan stunting yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kobar, Senin 29 Maret 2021.
Kegiatan ini dipimpin Wakil Bupati Ahmadi Riansyah, dimana ia meminta agar fokus atau target penanganan aksi kali ini berada di 12 desa karena berdasarkan data yang diupdate dalam beberpa bulan terakhir.
"Kita inginkan program kerja dari beberapa SKPD fokus ke sana , baik itu dinas kesehatan, dinas pekerjaan umum, pemerintah desa melalui alokasi dana desa, termasuk juga mitra-mitra dari perusahaan," katanya.
Dalam Rembuk Stunting kali ini diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari jajaran pemerintah daerah, akademisi hingga organisasi swadaya masyarakat.
Rembuk stunting ini juga merupakan tahapan dari 8 aksi pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegerasi. Ahmadi Riansyah mengatakan aksi terintegarasi ini merupakan pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinasi, terpadu dan bersama - sama.
--page
Karena itulah Ahmadi meminta institusi penanggung jawab aksi harus melibatkan institusi lintas sektor baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan.
"Masalah stunting bukan hanya domain dinas kesehatan saja, namun seluruh elemen di Kobat harus bersama - sama pemerintah daerah bersinergi di berbagai sisi," katanya.
Ahmadi juga mengemukakan penanganan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan, sehingga akan melahirkan dan memelihara generasi yang sehat, produktif dan senantiasa berinovatif serta memiliki daya saing yang kuat.
"Oleh karena itu, meski di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita mengharapkan kerja sama perangkat daerah, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa atau kelurahan bersama sektor swasta, atau perusahaaan ikut berpartisipasi dan terlibat dalam penanganan permasalahan stunting di Kobar," pungkasnya. (DANANG/B-6)









