BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat data per Maret 2021 jumlah poserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) masih 83,10 persen.
“Masih belum semuanya tercover JKN-KIS untuk Kalteng, persentasenya baru 80 persen lebih,” kata Kepala Kantor BPJS Kesehatan Palangka Raya Muhammad Masrur Ridwan.
Ia menilai untuk bisa mewujudkan semua tercover jaminan kesehatan diperlukan peran bersama. Mulai dari pembentukan mindset pentingnya jaminan kesehatan di tiap masyarakat. Ditunjang juga dengan bantuan pembiayaan JKN-KIS gratis untuk masyarakat tidak mampu.
Berdasarkan data yang ada, total peserta JKN-KIS untuk wilayah Kalteng sudah 2.188.533 jiwa. Sebanyak 554.326 jiwa dari julah tersebut merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain PBI APBN, ada juga peserta JKN-KIS yang masuk melalui jalur PBI Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng dan kabupaten/kota dengan total peserta 588.784 jiwa.
--page
Sedangkan jumlah terbesar peserta JKN-KIS Kalteng adalah dari Pekerja Penerima Upah (PPU) dengan total 727.385 jiwa. Kemudian sisanya ada Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU)/Mandiri dengan jumlah 278.785 jiwa.
Terakhir ada peserta JKN-KIS Bukan Pekerja (BP) dengan total 39.253 jiwa. Masuk dalam kategori ini ada kalangan investor, pemberi kerja dan penerima pensiun. (HERMAWAN DP/B-5)









