BORNEONEWS, Palangka Raya - Kodim 1016/Palangka Raya mengadakan pembinaan kerukunan antarumat beragama dalam rangka membina silaturahmi untuk mewujudkan sikap toleransi.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Makodim Jalan Ahmad Yani, Palangka Raya, Rabu 31 Maret 2021. Kegiatan dipimpin Kasdim 1016/PLK Letkol Inf Abd Salim, dengan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas anggota Kodim, perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Kasdim menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan antarumat beragama agar bisa membentengi masyarakat dari hal-hal yang tidak sesuai adat dan ajaran agama.
Berkaitan dengan itu, kegiatan ini juga menindaklanjuti adanya insiden bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan baru-baru ini.
"Diharapkan masyarakat dapat memahami serta menangkal paham-paham yang dianggap dapat memecah belah persatuan antarumat beragama. Mari bersatu mewujudkan Indonesia yang bermartabat, adil dan beradab," ucap Kasdim.
--page
Selaras dengan itu, Pasi Intel Kodim 1016/PLK Mayor Inf Syurja Amin yang turut memberi arahan mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menangkal masyarakat dari paham radikalisme yang dapat memecah persatuan, khususnya di Kota Palangka Raya.
"Paham radikal ini sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun, seperti perbuatan terorisme," katanya.
Ia berharap tokoh agama lebih berperan memberikan pembinaan kepada masyarakat agar terhindar dari kegiatan yang dapat memecah belah keutuhan dan kerukunan umat beragama.
Dia melanjutkan, masyarakat di Kota Palangka Raya masih menjunjung tinggi nilai kerukunan antarumat beragama, sehingga dianggap tidak ada potensi berkembangnya paham radikalisme.
Meski demikian, dia mengingatkan masyarakat tak boleh teledor, tetapi selalu bisa waspada dan berupaya menghindari paham radikalisme.
Sementara itu, salah seorang peserta, Soenaryo memberikan respon positif dengan kegiatan ini. "Kerukunan umat beragama di Palangka Raya yang sudah terjalin dengan baik harus tetap dipertahankan," tuturnya. (HENDRI/B-7)









