BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan di Kalteng mengalami kenaikan sebesar 1,82 persen di bulan Maret 2021.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan, ada penaikan sebesar 2,01 menjadi 112,16 jika dibandingkan pada Februari yang hanya 110,15.
"Hal ini didorong meningkatnya nilai tukar pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yaitu 3,52 persen dan subsektor hortikultura 2,12 persen," kata Eko, Sabtu, 3 April 2021.
Dia menjelaskan, NTP tertinggi terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat yakni 121,80 diikuti oleh subsektor peternakan 104,11, hortikultura 103,75, perikanan 100,89, dan tanaman pangan 97,90.
Selanjutnya, untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami kenaikan sebesar 2,07 persen, dari 111,90 di Februari 2021 menjadi 114,22 pada Maret 2021.
Kemudian, indeks harga yang diterima petani (It) juga naik 2,13 persen yaitu sebesar 121,21 dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 108,07 naik 0,30 persen.
--page
"Untuk indeks konsumsi rumah tangga juga mengalami peningkatan di bulan Maret 2021 yaitu sebesar 108,70 atau meningkat sebesar 0,37 persen dibandingkan di bulan Februari 2021," tukasnya. (DONNY D/B-11)









