BORNEONEWS, Tamiang Layang - Hari ini genap satu tahun kemunculan kasus pertama covid-19 di Kabupaten Barito Timur. Tahun lalu tepatnya pada 6 April 2020, Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas mengumumkan warga Kelurahan Ampah Kota berinisial D (54) terkonfirmasi positif covid-19.
Kasus pertama tersebut berasal dari jemaah yang mengikuti kegiatan ijtima ulama dunia di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah itu kasus positif terus meningkat dari sumber penularan yang berbeda, hingga mencapai 973 kasus dengan rincian 824 orang sembuh, 136 orang masih dalam perawatan, dan 13 orang meninggal dunia.
Dari total jumlah kasus tersebut, jika dibagi maka dalam sebulan rata-rata terjadi peningkatan 81 kasus positif covid-19.
Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro atau PPKM mikro sejak tanggal 23 Maret 2021 belum cukup ampuh untuk menekan penyebaran virus tersebut. Tercatat, dalam 14 hari setelah PPKM mikro dimulai justru terjadi penambahan 102 kasus positif.
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Jimmi WS Hutagalung, saat dimintai tanggapan mengungkapkan bahwa sebenarnya masyarakat maupun tenaga kesehatan sudah capai dengan pandemi ini.
Namun sejak dimulainya tatanan normal baru atau new normal, masyarakat masyarakat sudah kurang takut terhadap penularan virus tersebut sehingga cenderung mengabaikan protokol kesehatan.
"Kadang kita merasa sudah melaksanakan protokol kesehatan pada acara pernikahan, ulang tahun, kematian maupun acara keluarga lainnya, tapi kenyataannya masih terus terjadi penularan melalui kegiatan seperti itu, karena mungkin saja diantara tamu ada yang membawa virus," ujar Jimmi di Tamiang Layang Selasa 6 April 2021.
--page
Dia memaparkan, ketika awal pandemi, ledakan kasus positif biasanya terjadi saat libur panjang karena banyak orang yang bepergian keluar daerah. Sedangkan sekarang, ledakan kasus terjadi melalui klaster keluarga.
Karena itu, Jimmi mengingatkan agar masyarakat tidak sungkan jika tidak menghadiri acara tertentu dengan alasan menghindari penularan covid-19.
Menurutnya, penyebaran covid-19 tidak boleh disepelekan, masyarakat harus bisa menahan diri dalam menggelar maupun menghadiri kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, bahkan dia mengimbau agar menunda dulu kegiatan-kegiatan seperti itu.
"Secara umum kita terlihat mematuhi protokol kesehatan saat berada di luar rumah tapi pada pelaksanaannya banyak yang tidak disiplin dalam menjaga jarak, memakai masker maupun mencuci tangan. Protokol kesehatan kita terlihat lebih baik dari daerah lain tapi kasus positif kita masih tinggi," imbuh Jimmi. (BOLE MALO/B-11)









