BORNEONEWS, Palangka Raya - Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2021 diperkirakan akan membaik dari tahun lalu. Perekonomian diyakini akan tumbuh moderat sejalan dengan optimisme masyarakat dan pelaku usaha pasca dimulainya vaksin untuk menghadapi pandemi Covid-19 sejak awal tahun ini.
"Dampak lanjutan dari distribusi vaksin diyakini akan mendorong pemerintah melakukan relaksasi pembatasan mobilitas dan meyakini pelaku usaha untuk menjalankan aktivitas ekonominya secara normal," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Rihando pada Rabu, 7 April 2021.
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, konsumsi rumah tangga yang tercermin dari daya beli masyarakat diharapkan akan kembali normal.
"Dari sisi belanja pemerintah, bantuan sosial yang diberikan pada tahun lalu untuk meringankan masyarakat berpenghasilan menengah kebawah dan UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19 masih akan terus dilanjutkan," bebernya.
Program strategis dan proyek unggulan seperti food estate, pembangunan bandara, serta pengelolaan Taman Nasional Tanjung Puting yang sempat terhambat proses realisasinya di tahun lalu menurut Rihando akan didorong akselerasinya pada tahun ini bersama dengan program dan proyek tahun berjalan.
--page
"Dari sisi ekspor, dengan dilonggarkannya pembatasan arus lalu lintas baik barang maupun orang dari negara mitra dagang akan mempermudah berjalannya aktivitas ekonomi antar negara," harapnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








