BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun mendorong agar PLN bisa memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat di daerah ini.
Bahkan, kata dia, menempatkan masyarakat setara dengan konsumen listrik dari swasta. Salah satunya dengan mengaliri semua desa yang kini masih belum mendapatkan aliran listrik.
Selain itu, jargon Kotim Terang juga jangan hanya sebatas di perkotaan, tetapi harus merata hingga ke pelosok daerah.
Menurut Rimbun, Kotim Terang merupakan salah satu jargon yang diusung Halikinnor-Irawati. Saat ini, mulai terlihat seluruh perkantoran dan sudut kota yang sebelumnya gelap gulita mulai diterangi dengan penerangan dari pemerintah kabupaten.
Ia menegaskan, masyarakat harus mendapatkan aliran listrik jaringan PLN, karena itu merupakan salah satu program dari pemerintah pusat hingga daerah untuk membuka ketertinggalan dan keterisolasian daerah.
--page
Maka dari itu, PLN hendaknya melihat kondisi masyarakat yang masih terisolir dari listrik itu segera membuka jaringan di desa yang dimaksud.
"Jangan hanya melayani pelanggan sekelas perusahaan atau pelanggan premium saja yang diutamakan tetapi rakyat kecil yang mestinya diprioritaskan oleh PLN ,”kata dia, Rabu, 7 April 2021.
Rimbun mengakui ketertinggalan masyarakat akibat tidak ada jaringan PLN sangat terasa. Mereka tidak bisa menonton televisi dan menggunakan peralatan elektronik sebagaimana kondisi zaman.
“Kalau tidak ada PLN itu kehidupan manusia jauh tertinggal, maka dari itulah saya merasa prihatin dan mendesak bagaimana upaya kita bersama-sama dengan pemerintah membuka akses PLN ke desa terpencil,” tandasnya. (NACO/B-7)









