KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Gelombang pasang air laut menerjang pesisir wilayah Kecamatan Kapuas Kuala, tepatnya di Desa Palampai dan Cemara Labat yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Tingginya luapan air laut menyebabkan puluhan hektare lahan tanaman semangka dan sayuran milik warga desa tersebut terendam, sehingga ada yang mengalami kerusakan.

Dari kejadian ini dampaknya kini petani terancam gagal panen. Terlebih, sebagian lahan yang terendam air laut berisi tanaman buah semangka ini sudah mulai berbuah, dan rencananya tidak akan beberapa lama lagi akan dipanen.

"Ya, dua desa ini hanya beda satu hari diterjang gelombang pasang memporak purandakan kurang lebih 40 hektare tanaman buah semangka dengan sayuran di Cemara," kata Camat Kapuas Kuala, Inop kepada wartawan, Kamis, 8 April 2021.

Akibat kejadian tersebut, diperkirakan kerugian yang dialami para petani setempat mencapai ratusan juta rupiah.

--page

Camat sudah menindaklanjutinya dengan turun ke lapangan, untuk melihat langsung kondisi lahan, dan para petani di desa tersebut.

"Beberapa hari ini kami turun ke lapangan menginventarisir luas lahan, kerugian, dan menampung aspirasi masyarakat untuk disampaikan ke SOPD terkait guna tindakan selanjutnya," ucapnya.

Warga berharap Pemkab Kapuas melalui SOPD terkaitnya agar bisa membantu, baik itu bibit semangka, maupun pembangunan tanggul air, sehingga mereka bisa menanam kembali. (DODI RIZKIANSYAH)