PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh mengadakan reses perorangan ke Desa Tumbang Miwan, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Jumat 9 April 2021.

Tujuan reses yakni ingin mendapatkan informasi dari konstituen karena di Desa Tumbang Miwan ini jumlah penduduknya cukup banyak. Berdasarkan laporan dari Kades Tumbang Miwan, Setiawan saat ini penduduk desa sekitar 1.500-an jiwa.

Ironisnya, menurut Kades, desa mereka jarang dikunjungi anggota legislatif dan kurang tersentuh pembangunan. Bahkan Desa Tumbang Miwan pernah terjadi bencana tanah longsor yang menyebabkan sebagian rumah warga rusak.

Bahkan kala itu masyarakat mengharapkan adanya program relokasi dari pemerintab untuk permukiman yang rawan bencana. Kades dan beberapa tokoh masyarakat menganggap perlu adanya pemindahan arus Sungai Kahayan, namun diketahui ini merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Selain itu masyarakat juga membutuhkan adanya peningkatan sarana air bersih. Pernah ada 5 program air bersih yang masuk, tapi semua tidak bisa dipergunakan.

--page

"Dana desa tidak bisa memperbaiki karena khawatir akan memberi dampak hukum jika meneruskan proyek yang bermasalah," tutur kades seperti yang dikutif Faridawaty.

Dalam reses ini politisi Partai Nasdem ini juga mendengarkan aspirasi dari Mantir atau Damang Adat. Mereka mengharapkan mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi adanya insentif meski kecil karena tugas mereka banyak bersentuhan dengan masyarakat.

"Mantir dan damang ini diangkat dengan SK bupati, tapi tidak mendapatkan insentif dan selama ini insentif diberikan dari dana desa," sebut politisi Nasdem ini.

Sementara itu di Desa Tumbang Miwan adalah desa dengan penduduk muslim agak banyak untuk wilayah Kecamatan Kurun. Saat ini Masjid Nurul Islam Tumbang Miwan membutuhkan renovasi.

Farida menjelaskan meski bukan kewenangan provinsi, namun dalam reses ini pihaknua juga menerima aspirasi dari perwakilan SDN Tumbang Miwan yang siswanya mayoritas muslim tidak memiliki guru agama Islam juga tidak memiliki ruang mushala.

--page

"Desa ini memiliki luas 70.000 Ha dan sangat prospek untuk perternakan di samping dirasakan perlu juga untuk dilakukan program reboisasi," imbuhnya.

Sedangkan Gereja Pantekosta Tumbang Miwan juga membutuhkan perhatian untuk renovasi atap karena sudah 15 tahun tidak pernah direhab. Gereja yang dibangun dari swadaya masyarakat ini pernah 1 kali mendapatkan bantuan dari Pemkab Gumas.

Farida menegaskan semua aspirasi yang diperoleh ini dicatat, didiskusikan, dan akan disampaikan saat sidang paripurna hasil reses mendatang. (ROKIM/B-6)