BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah hingga saat ini masih mengalami masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
Banyak dampak yang dirasakan. Baik itu sosial ekonomi maupun lainnya. Bahkan, banyak juga orang-orang yang kehilangan nyawa akibat tepapar virus tersebut.
Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri mengatakan, jumlah kasus kematian akibat terpapar Covid-19 khususnya di Kalteng sangat memprihatinkan.
"Kasus kematian akibat terpapar virus tersebut hampir terjadi setiap harinya, di Kalteng sendiri tren kematian mengalami peningkatan dari 2,48 persen menjadi 2,51 persen," tuturnya, Jumat, 9 April 2021.
Peningkatan tren kematian akibat Covid-19 ini yaitu terjadi pada Kabupaten Katingan, Kapuas, Kotawaringin Timur, Sukamara, Kotawaringin Barat, Barito Timur dan Lamandau.
--page
Di sisi lain, lanjut dia, kalau dilihat perkembangannya dalam 7 hari terakhir, terlihat bahwa tren kasus aktif covid-19 di Kalteng secara provinsi cenderung mengalami penurunan, dari 10,93 persen ke 10,08 persen.
Namun, di Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Utara, dan Kabupaten Katingan masih meningkat.
"Untuk tren kesembuhan secara provinsi juga mengalami peningkatan, dari 86,59 persen menjadi 87,40 persen," bebernya
"Akan tetapi pada Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Barito Timur mengalami penurunan kesembuhan," tukasnya. (DONNY D/B-7)









