PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekertariat Daerah (Setda) Kalimantan Tengah (Kalteng), Hamka mengatakan salah satu kelemahan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalteng adalah tata kelola kelembagaan dan keuangan.

“Kelemahan dari pengelola BUMDes di Kalteng adalah tata kelola kelembagaan dan tata kelola keuangan,” kata Hamka pada acara Launching Program Scale Up, Sabtu 10 April 2021.

Sebagai langkah mengatasi hal tersebut diharapkan universitas melalui para dosen pendamping bisa konsentrasi terhadap permasalahan tata kelola di BUMDes. 

Kerja sama BUMDes, dunia industri, dan perguruan tinggi melalui program scale up 100 BUMDes juga diharapkan bisa melahirkan inovasi-inovasi dari kampus untuk desa.

Selain itu, keja sama juga memberikan nilai positif untuk kampus. Universitas turut terbantu dengan penyiapan diri dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Pendidikan Tinggi (Dikti).

--page

“Saya rasa ini adalah win-win solution untuk semua pihak. Untuk itu, marilah kita bergandengan tangan, bersatu-padu, membangun Kalteng agar masyarakat menjadi sejahtera dan bermartabat,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-7)