BORNEONEWS, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat pascateror dan penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kepada para guru di wilayah Distrik Boega, Kabupaten Puncak, Papua.
"Aparat keamanan TNI dan Polri harus terus berjaga di setiap titik dengan jumlah personel yang memadai sehingga masyarakat merasa tenang dan tidak takut dalam melakukan aktivitas keseharian," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu 11 April 2021.
Politisi Partai Golkar tersebut juga menyampaikan duka mendalam atas tewasnya dua orang guru yang ditembak oleh KKB. Azis menilai perbuatan itu merupakan teroris sesungguhnya.
Hampir setiap tahun peristiwa teror dilakukan oleh KKB terhadap masyarakat sipil. Namun aparat masih kerap kecolongan dan lambat untuk menangkap serta memburu kelompok tersebut.
"Kerahkan seluruh kekuatan aparat keamanan kita, jangan sampai warga papua terus jatuh berguguran akibat ulah KKB," katanya.
--page
Terakhir, alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti tersebut mengajak semua pihak untuk terus mencari solusi agar Tanah Papua aman, damai serta masyarakatnya sejahtera.
Sebelumnya pejabat Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia mengatakan penembakan terhadap guru oleh KKB di Beoga merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan.
"Benar telah terjadi penembakan terhadap guru SMP Negeri 1 Julukoma hingga korban meninggal dunia oleh kelompok separatis bersenjata," kata Kompol Nyoman.
Korban diketahui tertembak di rumahnya yang berada di ujung Bandara Beoga pada Jumat (9/4) petang sekitar pukul 16.45 WIT.
ANTARA








