BORNEONEWS, Palangka Raya - Larangan mudik oleh pemerintah melalui surat edaran Satgas Covid-19 dinilai bisa memberikan efek domino terhadap beberapa aspek lain.
“Pemerintah tetap perlu memperhatikan kebijakan yang dibuat, serta harus bisa mengatasi setiap efek domino yang timbul dari kebijakan larangan mudik tersebut,” ungkap Ketua Umum Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (PW Japnas) Kalimantan Tengah (Kalteng), Henny Fauziyah.
Menurut Henny, walau pelarangan hanya untuk orang dan tidak untuk barang, distribusi tidak akan bisa normal seperti biasanya. Ia mencontohkan seperti distribusi barang melalui maskapai penerbangan.
“Meskipun (barang) boleh, tetap saja tidak bisa normal seperti biasanya karena maskapai tidak mau rugi juga, jika hanya mengantar barang. Jadi pemerintah juga perlu memperhatikan efek-efek lain yang timbul,” jelasnya.
Henny menambahkan adanya pelarangan mudik ini juga bisa dibilang berbanding terbalik dengan upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pasalnya kebijakan ini kembali mematikan industri transportasi yang sudah mulai bergerak normal.
--page
Menurutnya, pemasukan tertinggi yang didapat oleh industri transportasi adalah pada saat mudik, dimana okupansi penuh, hotel sibuk, dan permintaan jasa transportasi yang tinggi.
Selain itu sektor migas pun bisa terdampak, dimana tingginya lalu lintas kendaraan yang tinggi juga membutuhkan banyak bahan bakar, baik kendaraan pribadi maupun publik.
“Kami memaklumi karena ini tindakan tegas untuk mengurangi penularan. Tapi pemerintah harus humanis, harus melihat plus minus dari kebijakan yang dikeluarkan. Jangan sampai kebijakan ini menjadi sesuatu yang sia-sia,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)









