SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) meminta kepada seluruh jajaran agar antisipasi terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ditengah bulan suci Ramadan. 

"Karhutla harus menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai terjadi baru dipadamkan, namun antisipasi harus dilakukan. Apalagi saat ini bulan suci Ramadan," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Selasa, 13 April 2021. 

Dia meminta agar seluruh satuan perangkat daerah hingga yang terbawah, dan pihak pemerintahan desa serta masyarakat agar sama-sama menjaga sikap dan menahan diri untuk membakar lahan. 

Karena yang dirugikan bukan diri sendiri, namun orang banyak. Terutama dampak asap yang ditimbulkan. Bisa membuat kabut asap hingga berimbas kepada kemunculan kabut asap. 

"Kalau sudah terjadi kabut asap pekat, maka bisa berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan aktivitas masyarakat," katanya.

--page

Pemerintah saat ini telah menganggarkan pengadaan 3 buah alat berat. Yang diperuntukkan untuk 3 kecamatan di 2021 sebagai upaya agar nantinya bisa digunakan untuk membuka lahan tidur. 

Sehingga, masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar, namun dengan menggunakan alat berat yang telah disiapkan oleh pemerintah. 

"Tahun 2021 ini 3 buah dulu untuk di Kecamatan Teluk Sampit, Kota Besi, dan Cempaga. Setelah itu baru sisa kecamatan lainnya," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)