SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya mengembangkan bank sampah digital untuk mengurai timbuan sampah yang semakin hari kian meningkat.

Pengembangan itu dicanangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar menerapkan program 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan bahwa di era digital ini program pengurangan sampah melalui Bank sampah harus dilakukan dengan model kekinian dan modern.

Saat ini kata dia, masyarakat yang menjadi anggota bank sampah agak terkendala dengan model setor langsung, karena perlu tenaga tambahan.

Bahkan dengan model konvensional antusias masyarakat untuk menjadi anggota bank sampah masih dirasakan kurang.

“Jadi nanti residu saja yang diangkut ke TPA selebihnya dimanfaatkan untuk tambahan ekonomi," kata Zaini, Kamis 15 April 2021.

--page

Sebelumnya, DLH telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan Aplikasi Bank Sampah Digital. Pihaknya menggandeng pengelola bisnis sampah Nasional PT. Mountrash Avatar Indonesia dari Jakarta. (HENDRI/B-11)