BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu mengatakan pengelolaan bank sampah digital oleh Dinas Lingkungan Hidup sudah sesuai dengan Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada).
"Melalui kebijakan itu diharapkan dapat mencapai target pengurangan sampah dan dapat dikeola menjadi nilai ekonomis," katanya, Jumat 16 April 2021.
Ia berharap bank sampah yang saat ini telah dibentuk di sekolah permukiman warga, instansi/lembaga pemerintah dan swasta harus menyesuaikan dengan kondisi zaman.
Masyarakat juga akan memperoleh insentif tambahan ekonomi dari pilahan sampah yang disetor. Karena praktek bank sampah adalah mengubahnya menjadi bernilai dan dapat menggerakkan ekonomi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan bahwa di era digital ini program pengurangan sampah melalui Bank sampah harus dilakukan dengan model kekinian dan modern.
--page
Saat ini masyarakat yang menjadi anggota bank sampah agak terkendala dengan model setor langsung, karena perlu tenaga tambahan.
Bahkan dengan model konvensional antusias masyarakat untuk menjadi anggota bank sampah masih dirasakan kurang.
“Jadi nanti residu saja yang diangkut ke TPA selebihnya dimanfaatkan untuk tambahan ekonomi," kata Zaini. (HENDRI/B-6)









