PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan, berdasarkan penelitian, puasa memiliki manfaat kesehatan. Bahkan puasa juga tidak menghalangi proses pembentukan daya tubuh setelah vaksinasi. 

"Puasa semula hanya dianggap sebagai kewajiban agama tetapi kemudian setelah semakin banyak ilmuwan melakukan penelitian ternyata baik juga untuk kesehatan,” ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui rilis tertulisnya. 

Satgas menyampaikan berdasarkan pemaparan Pakar Imunisasi Dewasa, Dr. dr. Gatot Soegiarto, SpPD hasil penelitian menyebutkan jika seseorang menjalani puasa setidaknya 8 jam, jumlah nutrisi dalam darah yang mengalami penurunan yang membuat zat toksik dalam tubuh dibersihkan. 

Dia menambahkan, dengan berpuasa pun membuat sel yang berperan membentuk antibodi menjadi aktif. Sehingga, jika vaksinasi dilakukan saat puasa tidak akan menghalangi pembentukan daya tahan tubuh.

"Sehingga kalau ada pertanyaan vaksinasi di bulan puasa ini merugikan atau tidak, tentu jawabnya tidak. Dengan berpuasa pembentukan antibodi tidak terganggu justru malah antibodi meningkat," tambahnya.

--page

Efek samping yang membuat badan lemas setelah vaksinasi memang ada. Namun angkanya sangat kecil sekali secara presentasi yakni sekitar 0,5 - 2 persen dari yang melakukan vaksin. 

Sehingga seharusnya tidak sampai membuat orang menunda vaksinasi kalau sudah waktunya. Gejala vaksin berbeda pada setiap orang bisa juga disebabkan rasa khawatir atau takut yang berlebihan ketika akan divaksinasi. Kadang efek samping yang ditimbulkan tidak ada hubungannya dengan vaksin. (HERMAWAN DP/B-7)