PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat ini Pemprov Kalteng masih menggunakan Rapid Test Antigen dan Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) walaupun memang untuk Polda Kalteng sudah mulai menggunakan GeNose.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul mengakui jika sampai saat ini Pemprov Kalteng masih menggunakan dua metode ini. Rapid test antigen untuk melakukan screening dan PCR untuk memastikan.

“Memang masih rapid test antigen untuk screening. Kalau PCR untuk memastikan benar tidaknya jika telah terdeteksi positif melalui screening,” katanya, Senin 19 April 2021.

Walau sama-sama digunakan untuk screening awal, namun Suyuti mengaku tidak bisa langsung membandingkan fungsi dan keakuratan antara rapid test antigen dan GeNose.

“Mereka (rapid antigen dan GeNose) bekerja dengan sistem dan metode berbeda jadi tidak bisa dibandingkan begitu saja,” ungkapnya.

--page

Sedangkan terkait harga diakuinya memang lebih ekonomis GeNose, walau memang untuk harga harus melihat dulu berbagai aspek, mulai dari biaya distribusi sampai kelangkaan.

“Dengar dengar untuk GeNose sekitar Rp40 ribu, sedangkan rapid test antigen Rp150 ribuan lebih,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)