BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengakui vaksinasi kelompok lanjut usia (lansia) di kabupaten cukup minim dan cenderung lambat jika dibandingkan Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Sofia Wirda Antemas mengatakan keterlambatan kabupaten karena pelaksanaan vaksin yang berada pada tahap berbeda.
Pelaksanaan vaksinasi Lansia untuk Kota Palangka Raya sudah dilaksanakan pada tahap 1 termin I, sedangkan untuk kabupaten kota masih belum diprioritaskan.
“Sebenarnya saat tahap 1 termin I untuk lansia belum diprioritaskan oleh Dinkes, baru di Ibu Kota atau kabupaten yang berdekatan dengan provinsi. Di Kalteng ya Palangka Raya untuk kabupaten lain baru dilaksanakan pada tahap 2 termin II ini,” jelasnya.
Sedangkan ketersediaan vaksin ditegaskannya pemerintah pusat, dari Kementerian Kesehatan sudah mengalokasikan diprioritaskan lansia dengan 60 persen dari vaksin yang di droping pada tahap 2 termin II.
--page
“Artinya sebenarnya saat ini sedang proses berjalan di 13 kabupaten dan kota. Di luar Kota Palangka Raya yang memang sudah dimulai dari tahap 1 kemarin,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)









