PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan vaksin Sinovac prosuksi BioFarma memiliki masa efektif antibodi 6 bulan setelah penyuntikan.

“Beberapa penelitian menunjukan setelah divaksin dosis 1 atau 2 bisa terbentuk antibodi dan bertahan sekitar 6 bulan,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kalteng, Sofia Wirda Antemas, Selasa, 20 April 2021.

Namun, ia menegaskan penelitian tersebut masih terus berkembang. Efektifitas vaksin bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh dipengaruhi kualitas vaksin, kondisi fisik, dan asupan gizi.

“Ada kemungkinan efektifitasnya bisa bertahan lebih lama jika kondisi tubuh baik dan juga asupan gizi baik. Sehingga dapat mempertahankan antibodi kita,” ungkapnya.

Ia menegaskan setelah melakukan vaksin masih perlu untuk menerapkan protokol kesehatan. Karena hasil penelitian BioFarma, efektifitas dari vaksin Sinovak berkisar diangka 60 persen.

Artinya, hanya bisa melindungi dengan persentase 60 persen makanya juga perlu prokes untuk menutup potensi 40 persennya, sehingga lebih aman terhadap covid-19.

--page

Dia juga berharap pemerintah Indonesia kedepan bisa melakukan boster untuk menghadapi efektifitas vaksin yang bertahan sekitar 6 bulan. Boster tersebut bisa dalam bentuk vaksinasi tambahan seperti imunisasi lainnya jika memang Covid-19 masih terus berkelanjutan. (HERMAWAN DP/B-11)