BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat terjadi sekitar 68 kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama Januari sampai April 2021.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBPK Kalteng Kibue menyampaikan dari data yang ada sampai update terakhir 19 April Karhutla terbanyak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat dengan total kejadian sampai 24 kali kejadian.
Sedangkan wilayah lain secara acak ada Kabupaten Barito Utara dengan 3 kali kejadian, Kabupaten Gunung Mas dengan 1 kali kejadian, Kabupaten Kapuas dengan 1 kali kejadian, Kabupaten Katingan dengan 9 kali kejadian.
Kemudian Kabupaten Kotawaringin Barat dengan 24 kali kejadian, Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 8 kali kejadian, Kabupaten Lamandau dengan 4 kali kejadian, Kabupaten Murung Raya dengan 3 kali kejadian.
“Kabupaten Pulang Pisau dengan 1 kali kejadian, Kabupaten Seruyan dengan 3 kali kejadian, Kabupaten Sukamara dengan 6 kali kejadian dan Kota Palangka Raya dengan 5 kali kejadian,“ ungkapnya saat menjelaskan data kebakaran, Selasa, 20 April 2021.
--page
Kiboe menyebutkan dari data kondisi terkini selama 24 jam tanggal 19-20 April 2021 Rekapitulasi Hotspot kejadian berdasarkan Citra Satelite Terra, Aqua dan SNPP terdapat tiga titik hotspot.
1 titik hotspot di Kabupaten Kapuas dengan tingkat Convidence Medium atau sekitar 30 persen Conviden dan Kabupaten Katingan terdapat 2 titik hotspot dengan Conviden Low-Medium atau sekitar 29-30 persen Conviden. (HERMAWAN DP/B-6)









