BORNEONEWS, Sampit - Mayat pria bernama Bahrul (36), yang ditemukan di rumahnya, areal Pasar Kramat, Jalan Martapura, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak diautopsi.
Hal tersebut atas permintaan pihak keluarga. Mereka ikhlas melepas kepergian korban dan menganggap bahwa korban murni meninggal karena sakit.
"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Baamang AKP Ratno.
Jenazah korban langsung ditangani pada hari itu juga. Bahkan tanpa dievakuasi ke rumah sakit atau penanganan lainnya. Karena keluarga juga memakamkan pada Selasa, 20 April 2021 sore.
"Pemakaman dilakukan oleh keluarga di hari korban ditemukan meninggal dunia," terang Ratno.
--page
Meski begitu, kasus penemuan warga meninggal dunia tersebut masih menjadi penanganan pihaknya. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan.
Korban ditemukan meninggal pada Selasa, 20 April 2021 oleh keluarganya. Saat itu, pihak keluarga curiga karena korban tidak ada membantu berjualan ayam ke Pasar Kramat.
Mereka kemudian mencoba untuk menjenguk di kediamannya. Sesampainya, aroma tidak sedap tercium cukup menyengat dari dalam rumah korban. Setelah dicek, barulah diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









