BORNEONEWS, Buntok – Sebanyak 5 desa di Barito Selatan masih belum teraliri listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun non PLN.
Kasubbag ESDM dan Lingkungan Hidup Bagian Adminitrasi Perekonomian Setda Barsel, Hugo Y Nathanael mengatakan, 5 desa yang belum teraliri listrik tersebut yakni Desa Selat Baru, Kecamatan Karau Kuala, Desa Sungai Jaya, Kecamatan Dusun Hilir, Desa Majundre dan Maruga, Kecamatan Dusun Utara, serta Desa Muara Ripung di Kecamatan Dusun Selatan.
Ia mengatakan, pihaknya berupaya menyampaikan usulan agar kelima desa tersebut nantinya bisa dialiri jaringan listrik, baik dari PLN maupun non PLN.
Desa Selat Baru, lanjut dia, hanya ada PLTD swadaya desa, dan pihaknya sudah mengusulkan agar dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat pada 2018 lalu ke pemerintah provinsi.
"Demikian halnya dengan Desa Sungai Jaya, Majundre, dan Desa Maruga juga sudah diusulkan PLTS terpusat pada 2018 lalu," ucapnya.
Dia menjelaskan, adapun jumlah desa di Barito Selatan ini yang sudah dialiri listrik dari PLN tercatat sebanyak 64.
Sedangkan yang sudah teraliri listrik non PLN sebanyak 24 desa, sehingga total desa yang sudah teraliri listrik PLN maupun non PLN tercatat sebanyak 88 desa.
--page
Menurut dia, pihaknya tetap mengusulkan desa-desa yang belum tersambung jaringan PLN ini agar bisa tersambung terutama desa-desa yang sudah memiliki akses jalan darat, sedangkan yang belum ada akses jalan darat menuju ke jalan sentralnya diusulkan PLTS terpusat.
Berdasarkan informasi, pada 2021 ini Desa Muara Ripung dan Dusun Malungai Dalam pada Desa Malungai Raya akan mendapatkan bantuan PLTS terpusat dari Korea yang rencananya akan beroperasi pada Nopember 2021 mendatang.
"Kita sangat bersyukur dengan adanya bantuan itu, sehingga jumlah desa yang belum teraliri listrik di Barito Selatan bisa berkurang jumlahnya," ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-11)









