BORNEONEWS, Palangka Raya - Dengan adanya wacana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang akan dimulai pada tahun ajaran baru tahun ini oleh Kemendikbud diharapkan setiap sekolah tidak dituntut harus melaksanakannya.
Pasalnya setiap daerah memiliki tingkat penyebaran Covid-19 yang berbeda. Cara ini demi menjaga kesehatan para peserta didik yang nantinya mengikuti PTM.
"Sebaiknya sebelum PTM dimulai harus ada rekomendasi dari Tim Satgas Covid-19 terlebih dahulu, karena ini penting bagi keamanan dan kenyamanan peserta didik yang akan mengikuti PTM ditengah pandemi saat ini," kata Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing, Sabtu 24 April 2021.
Dikatakannya memang pendidikan sangat penting dan belajar dengan tatap muka memang sangat baik. Itu tidak bisa dipungkiri setelah setahun lebih para peserta didik harus mengikuti pembelajaran secara virtual.
Namun jika PTM dilaksanakan harus memperhatikan prokes Covid-19 yang ketat di sekolah dan segala sesuatu yang berkaitan dengan prokes harus benar-benar siap.
--page
"Semua hal yang berkaitan dengan pendidikan semuanya penting, namun kesehatan lebih sangat penting bagi peserta didik dan ini sudah tugas kita bersama menjaga mereka," tuturnya.
"Jika memang nantinya tidak ada rekomendasi dari Satgas Covid-19 untuk memulai PTM sebaiknya tidak perlu dilaksanakan, agar tidak menimbulkan klaster baru lagi," tegasnya. (DONNY D/B-6)








