BORNEONEWS, Banjarmasin - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin menyatakan turut prihatin karena peningkatan kasus COVID-19 masih merupakan ancaman bagi masyarakat di provinsi itu.
"Kita turut prihatin, karena memasuki Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah di Kalsel masih diwarnai ancaman peningkatan kasus COVID-19," katanya di Banjarmasin, Ahad.
Dia mengatakan tentang data harian kasus COVID-19 di provinsi itu yang menunjukkan rata-rata sisa kasus yang aktif dari tahap ke tahap dalam periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Sejak periode PPKM tahap I hingga PPKM mikro tahap IV kasus COVID-19 di provinsi kita yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota masih terus meningkat," ujarnya tanpa menyebutkan angka-angka peningkatan tersebut.
Ia memperkirakan jika tingkat kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan tidak lebih baik dari sebelumnya maka penularan COVID-19 masih akan tinggi di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" atau "Bumi Lambung Mangkurat" Kalsel itu.
Melihat keadaan tersebut, melalui Yayasan Aspirasi Masyarakat Indonesia (Am-Nesia), ia menggagas diskusi daring dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Program itu diberi nama Bedah Banua dengan tema "Sinergitas Penanganan COVID-19 di Kalsel", sedangkan narasumber selain dirinya sendiri, juga Prof DR Husaini --Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
--page
Selain itu, Penjabat Gubernur Kalsel Dr Safrizal sebagai pembicara utama dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi setempat, Dr. Muhammad Muslim.
"Saya menggagas acara ini dengan harapan agar penanganan COVID-19 lebih baik, di sini berisi diskusi kendala yang dihadapi dan solusi untuk mengatasi," ujar dia.
Diskusi itu, menurut dia, penting sebagai bahan telaah yang positif di mana masyarakat juga bisa memberikan informasi dan pendapat, sehingga nanti mendapatkan kebijakan-kebijakan yang bersifat "bottom-up" (dari bawah).
"Poinnya adalah kita kerja sama bahu membahu antara 'stakeholder' (pemangku kepentingan) dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat untuk penanggulangan pandemi COVID-19," katanya.
Semua kalangan dapat mengikuti acara tersebut tanpa pungutan biaya. Peserta yang hadir juga mendapatkan sertifikat gratis dan registrasi (pendaftaran) bisa dengan mengisi form di https://forms.gle/XgKAQTtNCsDtbsV28 untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Mufida di 081952869782.
ANTARA









