PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga penghujung bulan April 2021 telah menangani 14 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Penanganan Karhutla di wilayah itu dilakukan bersama dengan pihak BPBD Kalteng, Manggala Agni, TNI/Polri, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Damkar, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) maupun masyarakat.

"Sesuai rekapitulasi hingga 24 April 2021 kemarin, kita sudah menangani 14 kejadian karhutla di sini," ungkap Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Selasa 27 April 2021.

Emi mengatakan, kejadian-kejadian yang ditangani pihaknya tersebut dimulai pada bulan Januari yang terdapat 0 kejadian karhutla.

Kemudian, pada bulan Februari, ada 2 kejadian yang tertangani di Kelurahan Sabaru dan Kelurahan Kereng Bangkirai dengan luas lahan terdampat 0,75 hektar.

--page


Lalu pada bulan Maret, ada 5 kejadian tertangani yang masing-masing terjadi di Kelurahan Menteng, Bukit Tunggal, Kameloh Baru dan Kanarakan dengan luas lahan terdampak sebanyak 23,5 Hektar.

Selanjutnya, mulai 1 hingga 24 April 2021 ada 7 kejadian yang ditangani dimana terjadi pada kawasan Kelurahan Bukit Tunggal, Pager, Kalampangan dan Sabaru dengan akumulasi lahan terdampak sebesar 13 hektar.

Dia meminta pihak RT/RW untuk lebih aktif bekerja mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan lahan di wilayah masing-masing.

Ia mengatakan, kebakaran lahan belakangan ini terjadi karena adanya unsur kesengajaan dari warga yang ingin membuka lahan.

"Disitulah peran RT/RW untuk terus mengingatkan kesadaran masyarakat, bahwa membakar lahan itu sangat membahayakan," katanya.

Unsur kesengajan itu diperkuat bukti di lokasi kebakaran yang telah kering karena adanya bekas pembersihan lahan dengan cara ditebas dan disemprot pembasmi rumput. (HENDRI/B-7)