BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalimantan tengah menyampaikan food estate merupakan kawasan terintegrasi dan tidak hanya fokus pada padi.
“Di dalam pengembangan food estate kita membuat beberapa cluster percontohan, tidak hanya satu komoditi,” kata Kepala Dinas TPHP Kalteng, Sunarti, Selasa 27 April 2021.
Ia menyampaikan salah satu contoh pertanian yang biasanya pematang sawah atau galengannya hanya satu meter dicoba bangun menjadi 4 meter.
Galengan yang biasanya hanya digunakan untuk akses jalan dioptimalkan dengan pemberdayaan tanaman hortikultura dan perkebunan dengan jenis Jeruk siam dan kelapa genjang kuning.
"Di sana juga ada galian di samping itu dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan. Sedangkan di darat juga ada bantuan ternak itik untuk masyarakat,” sebutnya.
--page
Menurut Sunarti itulah bentu food estate secara keseluruhan. Semuanya juga dikelola berbasis korporasi petani sehingga petani bisa menjadi pekerjaan yang elit dan sukses.
“Dulunya petani terkesan kumuh dan miskin, dengan adanya program ini kita berdayakan agar menjadi petani elit dan sukses, termasuk juga manajemennya mengelola pertanian,” tandasnya. (HERMAWAN/B-6)









