BORNEONEWS, Muara Teweh - Bupati Barito Utara, H Nadalsyah meminta kepada PUPR untuk melaporkan pembangunan multiyear, terlebih saat Pandemi Covid-19 tidak menjadi bom waktu pada akhir tahun multiyear.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Barito Utara pada rapat pembangunan infrastruktur dan penerimaan pajak daerah, Rabu 28 April 2021 di aura Bappeda Litbang.
"Kita harus tahu kondisi riil saat ini, berapa beban anggaran yang harus dibayarkan pada tahun 2022 nantinya dan berapa kemampuan kita," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR, M Iman Topik melaporkan bahwa Dinas PUPR sejak tahun 2019 memiliki kontrak pembangunan secara multiyears hingga 2022.
"Di antaranya pembangunan RSUD Muara Teweh, dimana dalam MoU pekerjaan akan dibayarkan 20 persen tahun 2019, 30 persen tahun 2020, 30 persen tahun 2021, dan 20 persen tahun 2022 sesuai progres pekerjaan," jelasnya.
--page
Pada 2020, sehubungan adanya pemangkasan anggaran 50 persen pembayaran tidak dapat dibayarkan secara penuh.
"Direncanakan akan diusulkan dalam perubahan 2021 nanti bila tidak dapat akan dianggarkan pada tahun 2022," jelasnya. (RAMADHANI/B-6)









