PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau -  Guna memenuhi kebutuhan pasukan pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Pulang Pisau kembali merealisasikan penambahan armada pada anggaran 2021 ini sebagai upaya memberi solusi kebutuhan kekurangan armada di dinas tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulang Pisau (Pulpis) Wartoni mengatakan saat ini dalam melakukan kegiatan angkut sampah DLH hanya memiliki 2 unit truk pengangkut.

"Kita telah memiliki 2 unit truk pengangkut sampah dengan kondisi armada yang sering mengalami kerusakan sehingga persoalan sampah kerap menjadi persoalan klasik penumpukan sampah di sejumlah TPS," ucapnya.

Selain itu DLH saat ini personil yang kurang memadai dengan luasan wilayah yang memerlukan penanganan cepat untuk segera dilakukan pengangkutan sampah di sejumlah TPS yakni sebanyak 35 orang yang terbagi dari tukang sapu 24 orang, tenaga angkut 11 orang, sopir 3 orang serta mekanik 1 orang.

"Kalau personil untuk saat ini saya kira cukup tinggal armada," katanya.

--page

Ia juga mengakui bahwa jumlah tersebut masih sangat kurang apalagi armada juga sering mengalami kendala sehingga pihaknya berusaha untuk terus melakukan usulan penambahan armada dan bak sampah.

Wartoni juga mengatakan bahwa untuk menyelesaikan persoalan sampah diperlukan kerjasama dengan semua lapisan masyarakat untuk tertip membuang sampah, tertip masukkan sampah pada tempatnya serta membuang sampah pada malam atau pagi hari agar tidak terjadi penumpukan sampah setelah pasukan kuning mengangkut dipagi harinya.

”Kami berharap masyarakat bisa bekerjasama dengan kita untuk tertip membuang sampah baik waktu dan membuang pada bak yang tersedia serta dilakukan malam hari agar memudahkan tim mengangkut pada pagi hari,” ungkap Wartoni.

Penyumbang sampah terbesar adalah kawasan perumahan sehingga kepada developer diharapkan dapat bekerjasama membantu menyediakan bak penampung sampah agar warga penghuni perumahan tidak melakukan penumpukan sampah di tempat yang terbatas.

Kepada masyarakat, lanjutnya, agar dari rumah bisa memilah mana sampah yang terurai dan tidak sehingga saat melakukan pembuangan telah bisa dipilah mana sampah yang bisa didaur ulang dan sampah yang organik sehingga kerjasama.

--page

"Kerjasama semua pihak terutama masyarakat sangat membantu tim pembuang sampah," tutupnya. (ang)