SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), SP Lumban Gaol meminta penyidik Kejaksaan Negeri Kotim untuk mengungkap secara tuntas dugaan tindak pidana korupsi dalam mega proyek road race di Jalan Sudirman Sampit.

“Kasus ini harus tuntas dan jelas nantinya, kami berharap penyidik bekerja secara professional untuk menangani dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di proyek tersebut, agar semuanya terbuka jelas," katanya, Jumat, 30 April 2021

Anggota Komisi I yang membidangi urusan  politik hukum dan keamanan ini menegaskan agar penyelidikan dan penanganan kasus itu tidak terhenti di tengah jalan. 

Karena jika tidak dibereskan hingga tuntas tentunya selain menjadi tunggakan perkara juga menimbulkan beragam persepsi publik.

“Penegak hukum yang sudah masuk kami harap betul bekerja. Kalau masyarakat sekarang ini tengah menunggu apakah kasus ini sampai kepada penetapan tersangka atau hanya menjadi tunggakan kasus nantinya. Saya apresiasi langkah awal  penyidik jaksa yang sudah mengambil langkah masuk dan ini jangan setengah-setengah," tukas Gaol.

--page

Menurutnya, sejak awal sudah mencurigai adanya berbagai persoalan di dalam pelaksanana proyek multiyears ini. Salah satunya roadrace. 

Itu, kata dia, lantaran kontraktor yang mengerjakan ternyata dalam perjalanannya bergantung kepada dana pemerintah kabupaten. 

“Jadi  bekerja setiap ada termin pencairan, setelah itu tidak ada,” tukasnya.

Padahal, kata dia, pemerintah memprogramkan proyek tahun jamak ini karena  pemerintah tidak tersedia dana yang siap dengan jumlah besar. Namun, disiasati dengan sistem tahun jamak tadi yang mana pembayarannya akan dilakukan setiap tahun anggaran. 

Artinya kontraktor harus bekerja sesuai kontrak ketika itu nantinya selesai maka pemerintah tinggal membayar selama tiga tahun tadi.

”Kalau semacam ini rekanan yang  hanya menunggu termin APBD kenapa tidak dibuat regular saja dulu proyeknya, dan pasti tidak menimbulkan masalah semacam ini, makanya perencanaan kegiatan seperti ini harus bertanggung jawab, kalau ada permainan kita dukung diproses," tegasnya. (NACO/B-7)