TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Paju Epat melakukan pengubinan padi gogo atau padi lahan kering di Desa Murutuwu Kabupaten Barito Timur.

Pengubinan bertujuan untuk mengetahui hasil panen padi padi lahan kering di kawasan tersebut.

Kepala BPP Paju Epat, Lukmanul Chakim mengungkapkan, hasil panen padi pada Kelompok Tani Rurey Maju tersebut sangat rendah karena tidak dilakukan pemupukan.

"Hasil panen padi gogo pada musim tanam Oktober - Maret di kawasan ini hanya 2,64 ton per hektare," ungkap Lukmanul yang didampingi Babinsa Desa Murutuwu, Joseph Bangun, Jumat, 30 April 2021.

Karena itu, lanjutnya, BPP Paju Epat akan terus memotivasi kelompok tani di Desa Murutuwu agar meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan pola tanam yang lebih intensif sehingga meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas padi gogo menuju kesejahteraan petani.

--page


Lukmanul juga mengungkapkan, total luas tanam padi sawah tadah hujan maupun padi gogo di Kecamatan Paju Epat pada musim tanam Oktober - Maret mencapai 58 hektare.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Trikorianto meminta penyuluh pertanian meningkatkan pendampingan terhadap petani sehingga petani tidak mengalami gagal panen.


"Penyuluh harus mendampingi petani dari saat membuka lahan hingga panen sehingga hasilnya maksimal dan petani sejahtera," pesan Trikorianto. (BOLE MALO/B-7)