BORNEONEWS, Sampit - Indah Karunia Ramadhani (2), anak perempuan yang hilang pada kamis (22/4) lalu hingga saat ini masih belum ditemukan. Bahkan anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Telawang tengah gencar melakukan pencarian.
"Hingga saat ini kami tim gabungan ada juga dari TNI, dan pihak kecamatan masih melakukan pencarian terhadap Indah (2) yang sudah lebih dari sepekan ini tidak kunjung ditemukan keberadaannya," kata Kapolsek Telawang, Ipda Rahmat Efendi, Jumat (30/4).
Di samping itu, Ipda Rahmat mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi diantaranya adalah orang tua korban, keluarga, dan tetangga sekitar lokasi rumah.
"Selain proses penyelidikan, upaya lain adalah menyebarkan informasi hilangnya korban kepada masyarakat melalui media sosial serta melalui rekan - rekan dari media masa," Jelasnya.
Sementara, kasus tersebut berawal saat korban bermain bersama dengan 7 orang temannya di depan teras rumah, sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara, sang ibu sedang memasak di dapur.
--page
Tak lama, ibu korban kemudian pergi ke depan rumah dan menanyakan keberadaan Indah. Namun, kata temannya, kalau korban sudah masuk ke dalam rumah. Ia pun bergegas kembali masuk ke dalam rumah.
”Saat dicari, korban malah tidak ada di dalam rumah. Kemudian melanjutkan dilakukan pencarian di sekitar rumah, namun korban juga tidak ditemukan hingga akhirnya kejadian itu dilaporkan ke suaminya,” Kapolsek.
Karena merasa cemas anaknya menghilang, kedua orang tua Indah pun kembali melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta aparatur Desa setempat untuk membantu melakukan pencarian.
Pencarian itu pun berlangsung sampai malam hari. Bahkan, pencarian itu melibatkan langsung Camat Telawang, Kapolsek Telawang, Danposramil Sebabi, Kades Penyang, hingga warga setempat.
--page
Mereka telah disebarkan di beberapa tempat untuk mencari keberadaan anak malang tersebut. Namun, upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil apapun.
Keesokan harinya, Jumat (23/4) sekitar pukul 01.15 WIB dini hari, petugas kemudian ada menemukan sebuah telepon genggam milik ayah korban tepat 300 meter dari belakang rumah korban.
Dan telepon genggam tersebut sebelumnya ada dipakai oleh korban untuk bermain.
”Ini yang masih kami selidiki. Kenapa barang bukti itu (telepon genggam-red) bisa berada 300 meter dari belakang rumah korban. Yang pasti itu telepon milik ayah korban,” beber Rahmat
Efendi menegaskan, pencarian tetap terus mereka lakukan. Bahkan, untuk mempermudah pencarian, mereka juga telah menyebarkan sejumlah foto korban di media sosial atau medsos.
--page
”Kalau indikasi ke penculikan, itu belum ada. Karena tidak ada saksi yang melihat korban menghilang karena diculik. Yang, pasti, semoga pencarian ini segera membuahkan hasil,” pungkasnya. (Ras)









