PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta Satgas Daerah untuk melakukan persiapan kebijakan peniadaan mudik.

"Satgas Covid-19 daerah diminta melakukan persiapan dan simulasi operasional di lapangan," kata Ketua Satgas Covid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui Kepala Bagian Kehumasan, Agus Siswandi dalam rilis tertulisnya, Sabtu, 1 Mei 2021.

Hal tersebut dinilai perlu agar nantinya jika ditemukan kendala di lapangan, dapat segera melaporkan kepada pemerintah pusat untuk dapat ditemukan jalan keluar bersama.

Sedangkan untuk masyarakat, diminta bersabar sejenak untuk tidak mudik dan bersilaturahmi bersama sanak saudara selama lebaran.

“Tidak sedikit di antaranya berusia lanjut, di mana Lansia merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19 dan berkontribusi terbesar pasien meninggal akibat Covid-19. Karenanya, pada lebaran tahun ini masih disarankan bersilaturahmi secara virtual dan tidak mengurangi esensinya sedikit pun tanpa interaksi fisik yang berpotensi memperluas penularan,” kata dia.

Satgas juga menyampaikan untuk mencegah importasi kasus antar negara maupun antar daerah, Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 berikut adendumnya.

Beberapa kebijakan terkait ini, pada skala nasional telah dilakukan peniadaan mudik selama 6-17 Mei 2021 serta penetapan masa berlaku hasil negatif Covid-19 pada masa sebelum dan sesudah masa peniadaan mudik.

--page

Sedangkan pada skala internasional, pemerintah mengimbau WNI agar menunda rencana kepulangan yang tidak mendesak serta menetapkan prosedur skrining dan karantina sesuai peraturan yang ada. (HERMAWAN DP/B-11)