SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Potensi tambak diwilayah Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai mencapai 4.000 hektare. Tambak yang produktif atau aktif melakukan pembudidayaan hanya mencapai 10 persen saja.

"Untuk budidaya udang air payau dan asin, ini hanya ada di wilayah bagian selatan Kabupaten Sukamara, yakni Lunci dan Jelai," kata Bupati Sukamara, Windu Subagio, Senin, 3 Mei 2021.

Ke 2 wilayah ini memiliki potensi tambak yang cukup besar, hanya saja belum terkelola secara maksimal, sehingga pemerintah akan berupaya agar potensi ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Yang berpotensi itu ada sekitar 4000 hektar, saat ini yang ada eksisting tambang ada sekitar 700 hektare, tapi yang produktif kira-kira hanya 10 persen saja," ujarnya.

Windu melanjutkan bahwa masih banyak bekas-bekas tambak yang dibuat oleh masyarakat setempat, namun belum dikelola secara maksimal, sehingga perlu untuk kembali dimanfaatkan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

--page

"Kita perlu program untuk bagaimana kembali memanfaatkannya, agar bisa memberikan hasil," ucapnya.

Windu meminta agar leading sektor yang membidangi dan pihak lainnya bisa memberikan ide maupun pemikiran terkait upaya untuk kembali memberdayakan tambak yang saat ini sudah tidak termanfaatkan lagi. (NORHASANAH/B-6)